Wavy Tail

Candi Borobudur

Peninggalan Agama Hindu-Buddha Ke Indonesia

Rabu, 13 Maret 2019

BAKTERI


Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas (kosmopolitan) dibandingkan mahluk hidup yang lain . Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Ilmu yang mempelajari bakteri disebut bakteriologi. Bakteri merupakan anggota kingdom monera. Adapun dalam system klasifikasi enam kingdom, monera dibedakan lagi menjadi Archaebacteria dan Eubacteria.
Ciri-ciri umum Archaebacteria dan Eubacteria adalah :
1.    Tidak mempunyai membran inti (karioteka) sehingga inti selnya dinamakan prokariotik.
2.    Uniseluler
3.    Mikroskopis
4.    Ada yang soliter dan sebagian berkoloni membentuk rantai, filamen, atau koloni lainnya
5.    Mampu memperbanyak diri dengan cepat
6.    Kosmopolitan, mampu hidup disemua lingkungan yang ada di muka bumi.

ARCHAEBACTERIA
Archaebacteria (Yunani, archaio = kuno) adalah kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, tapi membran plasmanya mengandung lipid.
Ciri-ciri Archaebacteria:
1.    Dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, namun mengandung lipopolisakarida
2.    Hidup bebas, tidak ada yang parasit dan bersifat nonpatogen
3.    Merupakan organism ekstermofil, mampu hidup dilingkungan ekstrem seperti kawah gunung berapi, didasar samudra, danau laut mati dan dalam lumpur.
4.    Bentuk bervariasi, yaitu bulat, batang, spiral atau tidak beraturan
5.    Berukuran 0,1 – 5 mikron
6.    Reproduksi dilakukan dengan cara pembelahan biner, membentuk tunas atau fragmentasi.
7.    Dapat diwarnai dengan pewarnaan gram.
8.    Bersifat anaerob.
Klasifikasi Archaebacteria
Berdasarkan habitatnya, Archaebacteria dapat dikelompokkan menjadi tiga sebagai berikut:
1.    Halofilik,
Bakteri halofilik adalah bakteri yang hidup di lingkungan yang berkadar garam tinggi, contohnya Halobacterium sp.
2.    Methanogen,
Bakteri Methanogen adalah bakteri yang bersifat anaerob dan dapat menghasilkan gas metana (CH4) dari gas hydrogen dan CO2 atau asam asetat. Bakteri ini hidup di lingkungan yang memproduksi metan, misalnya rawa-rawa, dasar kolam, atau usus binatang, contohnya:
Lachnospira multiparus, organisme ini mampu menyederhanakan pectin.
Ruminococcus albus, organisme ini mampu menghidolisis selulosa.
Succumonas amylotica, memiliki kemampuan menguraikan amilum.
Methanococcus janashi, penghasil gas metana (CH4).
3.    Thermoasidofilik,
Bakteri Thermoasidofilik merupakan bakteri yang dapat hidup di lingkungan yang mempunyai suhu dan tingkat keasaman tinggi, misalnya di kawah vulkanik dan mata air panas. Bakteri ini bersifat kemoautotrof yang dapat memanfaatkan H2S sebagai sumber energy seperti di kawah vulkanik. Contoh termoasidofilik adalah Pyrolobus fumarii  tumbuh dengan temperature optimum 106oC.


EUBACTERIA
Eubacteria berasal dari awalan “eu” yang berarti sejati dan “bacteria” yang berarti bakteri. Eubacteria adalah bakteri pada umumnya yang ada di sekitar kita dan sering kita temui dalam kehidpan sehari-hari.
Berikut ciri-ciri dari Eubacteria:
1.    Berupa organisme bersel satu (uniseluler).
2.    Belum memiliki membrane inti (prokariotik).
3.    Berukuran mikroskopis (rata-rata 1-5 mikron).
4.    Memiliki dinding sel dari bahan peptidoglikan.
5.    Bersifat cosmopolitan (mudah ditemui di mana saja).
6.    Tidak memiliki kloroplas maupun mitokondria.
7.    Umumnya bergerak menggunakan flagella.
8.    Dalam kondisi yang kurang menguntungkan akan membentuk endospora.

1. Bentuk sel bakteri


Pada umumnya bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar (berdasarkan bentuknya) yaitu:

1. Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:
Bakteri Kokus (Coccus)
sumber: http://www.artikelmateri.com/2015/12/bakteri-adalah-pengertian-ciri-struktur-jenis-reproduksi-lengkap.html

- Mikrococcus, jika kecil dan tunggal
- Diplococcus, jka berganda dua-dua
- Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar
- Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus
- Staphylococcus, jika bergerombol
- Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai

2. Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:
Bakteri Basil (Bacillus)
sumber: http://www.artikelmateri.com/2015/12/bakteri-adalah-pengertian-ciri-struktur-jenis-reproduksi-lengkap.html

- Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua
- Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai

3. Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
bakteri Spiral (Spirilum)
sumber: http://www.artikelmateri.com/2015/12/bakteri-adalah-pengertian-ciri-struktur-jenis-reproduksi-lengkap.html

- Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma)
- Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran
- Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

tabel_macam_bakteri
sumber: https://karedok.net/sekolah/handout/mengenal-archaebacteria-dan-eubacteria/

2. Struktur Sel bakteri

Hasil gambar untuk struktur bakteri
sumber: https://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiIkKnFrP_gAhW37HMBHQ40D-4QjRx6BAgBEAU&url=https%3A%2F%2Fdosenbiologi.com%2Fbakteri%2Fstruktur-tubuh-bakteri&psig=AOvVaw3WJwTyn0y4qtY0IXQftUYW&ust=1552574383907286

Struktur Sel bakteri dapat dibagi atas 3 bagian utama yaitu :

1. Dinding sel

2. Bagian internal berupa protoplasma yang mengandung :
• Membran sel
• Inclusion body

• Mesosom
• Ribosom
• Nukleoid (DNA)
3. Bagian eksternal
• Kapsul
• Flagela
• Pili

- Dinding sel

Dinding sel bakteri sangat tipis dan elastis ,terbentuk dari peptidoglikan yang merupakan polimer unik yang hanya dimiliki oleh golongan bakteri. Fungsinya dinding sel adalah- memberi bentuk sel, member perlindungan dari lingkungan luar dan mengatur pertukaran zat-zat dari dan ke dalam sel Teknik pewarnaan Gram adalah untuk menunjukan perbedaan yang mendasar dalam organisasi struktur dinding sel bakteri atau cell anvelope.


Bakteri Gram positif memiliki dinding sel relatif tebal, terdiri dari berlapis-lapis polymer peptidoglycan (disebut juga murein). Tebalnya dinding sel menahan lolosnya komplek crystal violet-iodine ketika dicuci dengan alkohol atau aseton. Bakteri Gram negatif memiliki dinding sel berupa lapisan tipis peptidoglycan, yang diselubungi oleh lapisan tipis outer membrane yang terdiri dari lipopolysaccharide (LPS). Daerah antara peptidoglycan dan lapisan LPS disebut periplasmic space (hanya ditemui pada Gram negatif) adalah zona berisi cairan atau gel yang mengandung berbagai enzymes dan nutrient-carrier proteins. Kompleks Crystal violet-iodine mudah lolos melalui LPS dan lapisan tipis peptidoglycan ketika sel diperlakukan dengan pelarut. Ketika sel diberi perlakuan pewarna tandingan Safranin O, pewarna tersebut dapat diserap oleh dinding sel bakteri Gram negatif.


- Protoplasma

Yaitu semua material yang terdapat didalam dinding sel.
a. Membran sel : Terdapat dibagian dalam dinding sel, terdiri dari phospholipid yang tersusun bilayer, dan mengandung berbagai protein yaitu:
– Enzym untuk reaksi
– Pori untuk proses difusi
– Reseptor untuk transpor
– Reseptors untuk mengenal, komunikasi, dan penempelan.
b. Sitoplasma : Merupakan cairan sel yang terdapat didalam plasma membran. Terdiri dari 80% air, ribosom, berbagai enzim, koenzim, senyawa organik (protein, lemak, karbohidrat, dll), senyawa anorganik.
c. Ribosom : organel sel yang berfungsi sebagai pabrik protein
d. Mesosome : Invaginasi dari plasma membran, dalam bentuk vesikel, tubule, atau lamela
e. Nukleoid : Material genetik bakteri/kromosom bakteri/DNA , berbentuk circular (melingkar), membawa sifat yg mengatur viabilitas bakteri.
f. Plasmid : Material genetik non esensial, ekstra kromosom, berbentuk melingkar tetapi ukuran lebih kecil dari DNA, membawa sifat-sifat tambahan ketahanan terhadap antibiotik, ultra violet, patogenisitas, produksi bakteriosin, dll, tetapi tidak membawa sifat untuk viabilitas sel. Plasmid dapat berpindah antar bakteri, atau dari bakteri ke sel tanaman inang (contoh pada Agrobakterium tumefaciens).

- Bagian eksternal

A. Flagela
Berfungsi sebagai alat gerak, struktur utamanya adalah protein yang disebut flagellin, fleksibel, ukuran diameter10-15μm, dengan panjang 10-20μm. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu:
gambar struktur bakteri
sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFyYJQeEdSU5-nL40yZ5jpu5p9Tk7K9nRL9tlO5TlY1iqIW1hVhbs140-CqiDN7XVEbgBHISSNr4jJaFD2ZHmy6-fnk8NAUnLkIyVpQRCwS7GyNkGw4atBEdP6B6w0KHxop01OL5FET3j1/s1600/Alat+Gerak+Bakteri.png

-Atrik, tidak mempunyai flagel.                       
-Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.
-Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.
-Amfitrik, mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya.
-Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

B. Pili/Fimbriae
Merupakan alat untuk menempel pada permukaan (adhesin) substrat. Pili ada yang khusus digunakan untuk konjugasi, disebut pili sex. DNA bakteri dapat ditransfer dari satu sel bakteri ke sel bakteri lain selama proses konjugasi.

C. Kapsul/envelope
Merupakan selubung sel bakteri berupa extracellularpolysacharide (EPS). Berupa kapsul bila melekat erat pada dinding sel atau berupa lendir dengan struktur longgar Berfungsi sebagai pelindung sel dari kekeringan dan serangan mikroorganisme lain; alat untuk melekat pada permukaan; berperan dalam penyerapan ion selektif; dan dalam interaksi inang-patogen.

3. Reproduksi Bakteri

Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua. Selama proses pembelahan, material genetik juga menduplikasi diri dan membelah menjadi dua, dan mendistribusikan dirinya sendiri pada dua sel baru. Bakteri membelah diri dalam waktu yang sangat singkat.Pada kondisi yang menguntungkan berduplikasi setiap 20 menit.

Cara Reproduksi Bakteri selain pembelahan biner antara lain :

1. Konjugasi : reproduksi seksual dimana bakteri bertukar bahan genetik sebelum membelah diri, sehingga turunannya memiliki gen baru. Material genetik ditransfer melalui pili sex.
2. Transformasi – bakteri mengambil gen dari bakteri lain yang telah mati dari lingkungannya.
3. Transduksi – virus menyisipkan gen baru ke dalam sel bakteri. Metoda ini digunakan dalam bioteknologi untuk menghasilkan bakteri yang dapat menghasilkan insulin.


4. Klasifikasi Bakteri

Klasifikasi adalah meletakkan organisme kedalam kelompok taksonomik berdasarkan persamaan karakter yang dimiliki. Klasifikasi Bakteri Patogen Tanaman mengikuti Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology, Ninth Edition (1994) :

KINGDOM PROKARIOT
BAKTERI – Memiliki membran dan dinding sel

Devisi I : GRACCILICUTES – Bakteri Gram negatif 
Klas : PROTEOBACTERIA – Umumnya bersel tunggal 
Famili : Enterobacteriaceae 
Genus : Erwinia

Famili : Pseudomonadaceae 
Genus : Acidovorax, Pseudomonas, Rhizobacter, Xanthomonas, Xylophilus 

Famili : Rhizobiaceae 
Genus : Agrobacterium, Rhizobium 

Famili : - 
Genus : Xylella

Devisi II : FIRMICUTES – Bakteri Gram Positif
Klas : FIRMIBACTERIA – Umumnya bersel tunggal
Genus : Bacillus, Clostridium 

Klas : THALLOBACTERIA – bakteri bercabang 
Genus : Arthrobacter, Clavibacter, Curtobacterium, 
Rhodococcus, Streptomyces

Devisi III: TENERICUTES 
Klas : Mollicutes 
Famili : Spiroplasmataceae 
Genus : Spiroplasma 

Famili : - 
Genus : belum ditetapkan, dikenal sebagai phytoplasma (dulu disebut micoplasmalike organisms (MLO)

Devisi IV: MENDISICUTE 
Klas : Archaeobacteria

5. Jenis-jenis Bakteri
Jenis-jenis bakteri dibedakan berdasarkan cara memperoleh makanan dan cara memperoleh oksigen. Berdasarkan cara memperoleh makanan, jenis-jenis bakteri yang dimaksud adalah:
  • Bakteri Heterotrof: bakteri heterotrof adalah bakteri yang makanannya berupa senyawa organik dari organisme lain. Bakteri heterotrof terbagi menjadi bakteri saprofit dan bakteri parasit.
  • Bakteri Autotrof: bakteri autotrof adalah bakteri yang mampu membuat makanannya sendiri. Bakteri autotrof dibedakan dalam dua kelompok berdasarkan asal energi untuk mensintesis makanannya, yaitu bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof.
Berdasarkan cara memperoleh oksigen, jenis-jenis bakteri dibagi menjadi:
  • Bakteri Aerob: Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk memperoleh energinya. Contoh bakteri aerob adalah Nitrosomonas, Nitrosococcus, dan Nitrobacter.
  • Bakteri Anaerob: bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk memperoleh energinya. Energi diperoleh dari proses perombakan senyawa organik tanpa menggunakan oksigen yang disebut fermentasi. Bakteri anaerob dibedakan menjadi anaerob obligat dan anaerob fakultatif.
Berdasar Lapisan Peptidoglikan Dinding Sel
  1. Bakteri Gram Positif Warna ungu, lapisan peptidoglikan dinding sel tebal
  2. Bakteri Gram Negatif Warna merah muda, lapisan peptidoglikan dinding sel tipis
6. Peranan Bakteri

Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang menguntungkan maupun yang merugikan.

Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut :

1. Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia colie).
2. Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya Acetobacter pada pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco dan Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt.
3. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.
4. Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang berperan dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman.
5. Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif, Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif,Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai bakteri.
6. Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium acetobutylicum
7. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehinggga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya methanobacterium
8. Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai contoh dalam bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan hormon.

Bakteri yang merugikan sebagai berikut :

1. Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum
2. Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium tuberculosis ( penyebab penyakit TBC ), Vibrio cholerae ( penyebab kolera atau muntaber ), Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus ) dan Mycobacterium leprae (penyebab penyakit lepra )
3. Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis (penyebab penyakit antraks pada sapi)
4. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada tumbuhan)


VIRUS

Hasil gambar untuk virus

sumber: https://www.sciencemag.org/news/2015/09/new-human-virus-discovered-old-blood-samples

Virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Dikatakan peralihan karena virus memiliki sebagian ciri - ciri makhluk hidup, misalnya dapat berkembang biak tapi juga memiliki ciri benda mati, yaitu dapat dikristalkan. Di laboratorium, virus dapat dibiakkan dalam telur ayam yang berisi embrio.


A. Sejarah Penemuan Virus
1. Adolf Mayer, Saintis Jerman (1883)
Melakukan percobaan untuk mengetahui penyebab penyakit mosaik pada tanaman tembakau. Menyemprotkan ekstrak daun tembakau yang terkena penyakit mosaik ke tanaman tembakau yang sehat. Ternyata penyakit mosaic dapat menular ke daun-daun tanaman yang sehat. Namun tidak menemukan adanya mikroba penyebab penyakit tersebut. Ia menduga bahwa penyakit mosaic disebabkan oleh bakteri yang berukuran kecil yang tidak dapat dilihat oleh mikroskop cahaya.

2. Dimitri Ivanowsky, Ahli Biologi Rusia (1892)
menguji kembali hasil percobaan Adolf Mayer, mencoba melewatkan ekstrak daun tembakau yang sudah terkena penyakit mosaic melalui suatu saringan porselen yang dirancang khusus untuk menyaring bakteri, ternyata ekstrak hasil saringan tersebut masih dapat menyebabkan penyakit. Ia berkesimpulan : pertama, penyakit mosaic tersebut merupakan baketri pathogen yang berukuran kecil, sehingga dapat melewati saringan. Kedua, bakteri tersebut mungkin mengandung racun penyebab penyakit mosaik

3. Martius Beijerinck, Ahli Mikrobiologi (1897)
menyemprotkan hasil saringan dari ekstrak tanaman tembakau yang terkena penyakit ke tanaman tembakau yang sehat secara bertingkat, ternyata masih tetap semua tanaman tembakau menjadi sakit, ia berkesimpulan banwa penyakit mosaic mungkin disebabkan oleh partikel yang sangat kecil dan sederhana dibandingkan bakteri

4. Wendell M. Stanley, Saintis Amerika Serikat (1935)
berhasil mengkristalkan partikel penginfeksi tersebut
yang kemudian dikenal dengan nama virus mosaic tembakau (tobacco mosaic virus / TMV)

B. Ciri-Ciri Virus
1.  Ukuran 5-500 nm (nano meter)
2.  Struktur  tubuh tersusun atas : kapsid (protein) yang tersusun atas kapsomer dan asam nukleat (DNA atau RNA)
3.  Dapat melewati filter bakteri
4.  Bentuk bervariasi : seperti huruf  T, batang, bola, jarum dll
5.  Mampu berkembangbiak (berproliferasi) pada sel / jaringan yang hidup
6.  Tidak memiliki organel metabolic seperti ribosom, sitoplasma dan membrane sel
7.Tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sintesis protein dan membentuk ATP
8.  Dapat dikristalkan seperti halnya benda tak hidup

C. Struktur dan Bentuk Virus
1. Bagian luar 
a Kapsid (protein), berfungsi untuk melindungi asam nukleat dan berperan dalam perlekatan virion pada sel inang sebelum terjadi infeksi.
- Kapsid tersusun dari sejumlah besar subunit protein yang biasa disebut -kapsomer
- Kapsomer merupakan kumpulan polipeptida
- Setiap virus memiliki kapsomer yang jumlah molekul proteinnya berbeda-beda
- Bentuk kapsid bermacam-macam : batang, bulat, oval dan huruf T
b Kapul pembungkus 
-Letaknya menyelubungi kapsid dan tersusun dari bahan lipoprotein
-Berperan dalam menginfeksi inangnya
-Tidak dimiliki oleh semua virus, hanya virus flu, virus herpes dan beberapa virus yang menginfeksi hewan
-Bagian dalam
-DNA atau RNA
-Berbagai protein (enzim)

Bentuk Virus
kapsid polihedral pada bakteriofage kapsid polihedral pada adenovirus
     
  

sumber: https://malekbio.blogspot.com/2016/10/virus-rangkuman-biologi-sma-kelas-x.html

D. Reproduksi Virus
1. Daur Litik (pecah)
- Absorpsi : penempelan virus pada sel bakteri
- Penetrasi/injeksi : masuknya asam nukleat (DNA/RNA) ke dalam sel bakteri
- Replikasi/sintesis : pengambil alihan materi genetic inang dan sintesis asam nukleat virus
- Eklifase : perakitan virus baru (pematangan)
- Lisis : pecahnya sel inang (pelepasan)

2. Daur Lisogenik
- Absorpsi : penempelan virus pada sel bakteri.
-Penetrasi : masuknya asam nukleat (DNA/RNA) ke dalam sel bakteri.
-Materi genetic virus bergabung dengan materi genetic inang membentuk profaga.
-Bakteri bereproduksi secara normal, menyalin profaga dan mewariskannya pada sel anak bakteri.
-Banyaknya pembelahan sel menghasilkan koloni bakteri yang terinfeksi profaga.
-Kadang-kadang sel bakteri yang membawa profaga dalam kromosomnya akan mengalami lisis dan melepaskan partikel faga.
sumber: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpRWUQLIU7HdsypZhOQSuA64hqBa3n0G10B3QEdMMvZCqXB5ujg4KTu1siS9f87Pdjo9BjSt-ii7H91O9NffymR30tpGWOo-c9dBaO7YbA3UHdaD0NvoqP01V2kXrr7OZFQl6Xrf5hARU/s1600/reproduksi+virus.jpg


E. Peranan Virus bagi Kehidupan
Virus yang Menguntungkan
Banyak yang tidak mengetahui bahwa virus yang masuk kedalam organ tubuh makhluk hidup ternyata dapat menguntungkan di dalam tubuh manusia yang dapat menghindari kerusakan pada organ tubuh manusia dan tidak memberikan pengaruh efek samping yang dapat merugikan manusia.
Berikut adalah penjelasan mengenai virus yang menguntungkan bagi manusia :
1. Membuat Vaksin
Patogen di dalam vaksin yang sudah dilemahkan membuatnya tidak berbahaya lagi ketika menyerang manusia. Pemberian vaksin ke dalam tubuh manusia, akan membuat tubuh kita menghasilkan antibodi terhadap patogen yang kemungkinan akan menyerang tubuh. Sehingga ketika bakteri tersebut benar-benar muncul dan hendak menyerang, tubuh sudah memiliki benteng berupa kekebalan terhadap patogen itu. Beberapa contoh vaksin itu antara lain :
·         Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) berfungsi sebagai pencegah penyakit cacar air, gondongan, campak jerman;
·         OPV (Oral Polio Vaccine) berfungsi sebagai pencegah sakit polio;
·         HZV (Varicella Zoster Vaccine) berfungsi mencegah penyakit cacar air;
·         HBV (Hepatitis B Vaccine) berfungsi sebagai pencegah sakit kuning.
2. Pembuatan Pelawan Racun (Anti toksin)
Upaya menggabungkan DNA virus dengan DNA lain yang menguntungkan, akan mempengaruhi bakteri yang nantinya akan diinfeksi. Dalam hal ini DNA virus akan digabungkan dengan DNA manusia yang mengawasi sintetis pelawan racun. Selanjutnya, DNA itu oleh virus lisogenik disambungkan ke sel bakteri sehingga bakteri tersebut akan mengandung gen penghasil zat pelawan racun (anti toksin). Bakteri yang mengandung anti toksin akan membelah diri dan menghasilkan bakteri-bakteri lainnya sehingga memiliki sifat dan gen yang sama (anti toksin).
3. Pelemahan Bakteri
DNA dari virus lisogenik yang kemudian memasuki bakteri patogen, membuat bakteri itu jadi tak berbahaya jika masuk kedalam organ tubuh manusia.
4. Pemanfaatan virus dalan dunia kedokteran
Virus dapat dimanfaatkan untuk membuat peta kromosom yang penting dalam dunia kedokteran yang dapat membantu kedokteran dalam menjalankan tugasnya menganalisa dan membuat terobosan terbaru dalam bidang kedokteran

Virus yang Merugikan
Nah, setelah kita membahas mengenai virus yang menguntungkan bagi manusia, sekarang adalah mengenai virus yang merugikan bagi manusia yang dapat merusak organ tubuh manusia serta akan mengakibatkan fatal bagi kesehatan manusia jika tidak segera di lakukan pengobatan dan pencegahan.
Berikut adalah penjelasan mengenai virus yang merugikan bagi manusia :
1. Hepatitis
Penyakit hepatitis biasa dikenal dengan sakit kuning. Hal ini disebabkan oleh warna kuning yang muncul pada bola mata juga kulit penderita hepatitis. Penyebab dari penyakit hepatitis adalah virus yang mengakibatkan bengkaknya organ hati, sehingga empedu akan mengalir atau beredar ke seluruh bagian tubuh. Jenis-jenis hepatitis yang dapat menjangkit manusia antara lain adalah hepatitis A, B, C, D, E. Yang tergolong hepatitis ringan dan dapat pulih dalam waktu singkat (beberapa minggu) adalah jenis hepatitis A dan hepatitis E. Persebaran kedua hepatitis ini, lewat air dan makanan yang tercemar feses orang yang menderita hepatitis.
Pencegahan terhadap kedua jenis hepatitis ini yaitu  dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, termasuk air dan makanan yang dikonsumsi. Sedangkan hepatitis yang tergolong kronis adalah hepatitis B, C, D. Ketiganya dapat berefek pada terjadinya hepatitis yang kronis dan diderita sepanjang orang tersebut hidup. Penularan ketiga jenis hepatitis ini melalui kontak darah dengan si sakit.
Hepatitis B bisa menular saat berhubungan seksual dan menular pada bayi ketika proses persalinan. Orang-orang yang memiliki peluang besar menderita penyakit hepatitis B, C, dan D adalah pekerja kesehatan, pasien cuci darah, suka bergonta-ganti pasangan, Ibu yang mengidap hepatitis dan menularkan pada bayinya, pecandu obat-obatan terlarang. Vaksin untuk penyakit hepatitis B memang sudah ada, akan tetapi jenis hepatitis C dan D belum terdapat vaksinnya. Pencegahan terhadap ketiga hepatitis tersebut dapat dilakukan dengan menghindari pakai barang-barang yang sifatnya pribadi bebarengan (bersama-sama) dengan orang yang sudah terjangkit hepatitis. Contohnya memakai gunting kuku atau pisau cukur.
2. Influenza
Hampir sebagian besar orang pasti pernah terjangkit virus yang satu ini. Ya, virus influenza yang menyebabkan penyakit flu. Ketika seseorang terkena flu maka badan terasa nyeri, suhu tubuh naik (demam), keluar ingus atau pilek, batuk, dan selera makan akan berkurang. Sekali terjangkit virus ini, akan dapat terjangkit lagi. Hal ini karena penyakit flu tidak memunculkan kekebalan terhadap tubuh penderita. Hingga saat ini sudah lebih dari 200 virus penyebab penyakit influenza yang terdeteksi. Upaya pencegahan agar tidak terserang virus flu yaitu makan makanan yang bergizi tinggi untuk menambah kekebalan tubuh dan jangan lupa istirahat yang cukup.
3. Rabies
Virus rabies menyerang bagian-bagian otak dan sistem saraf. Virus rabies dapat menginfeksi bermacam-macam hewan darah panas. Yang termasuk dalam golongan hewan ini, diantaranya : anjing, kelelawar, kucing, kera, dan sebagainya. Tanda mengidap rabies adalah badan yang terasa lemah dan lesu, sakit kepala, demam, mengigau, halusinasi, dalam kasus kronis penderita bisa mengalami ketakutan terhadap air, cahaya, dan udara. Virus rabies menular lewat gigitan hewan yang terinfeksi virus, air liurnya juga dapat masuk melalui luka terbuka. Pengobatan penyakit rabies dapat dilakukan dengan pemberian vaksinasi rabies.
4. Mata Belek
Penyakit ini juga disebabkan oleh virus yang terjadi pada bagian-bagian mata. Tanda terjangkitnya adalah mata yang memerah dan bengkak, gatal, berair, dan banyak mengeluarkan kotoran mata. Orang-orang lebih sering menyebut penyakit mata ini dengan belekan.
5. Campak
Virus penyebab penyakit campak disebut dengan virus morbili yang terjaid pada bagian-bagian kulit. Penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak. Gejala penyakit campak adalah demam, batuk, mata terasa perih dan sensitif terhadap cahaya, seluruh badan terasa linu, yang akhirnya muncul bercak merah. Terdapat empat fase dalam penyakit campak yaitu masa inkubasi, prodmoral, makulopapuler, penyembuhan. Penyakit campak ditularkan melalui percikan ludah penderita. Jika orang yang menderita penyakit campak bersin, percikan ludahnya mengandung virus campak dan dapat menularkannya pada orang lain. Pencegahan penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi MMR (Morbili, Mumps, Rubella) atau vaksinasi campak, gondongan, dan campak jerman.
6. Polio
Virus polio menyebar lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh feses. Infeksi saluran pernapasan dapat juga menularkan penyakit polio yaitu pada awal infeksinya. Gejala dari orang yang terjangkit penyakit polio antara lain sakit kepala, demam, mual, muntah, leher dan tulang belakang yang terasa kaku, meriang. Penderita polio dapat sembuh dengan penanganan yang benar. Vaksinasi untuk penderita polio bernama salk dan sabin. Vaksin salk berguna untuk mengaktifkan pembentukan antibodi yang ada dalam serum, membuat virus jadi netral dan mencegahnya menyebar ke sistem saraf pusat. Vaksin sabin berisi virus polio yang telah dilemahkan.
7. Ebola
Virus ebola yang ditemukan di daratan Afrika, tepatnya di daerah Zaire (sungai Ebola) dapat menjangkit manusia dan mengakibatkan kematian. Virus ini menyebar melalui kontak kulit dan cairan tubuh si sakit. Awalnya penyakit ebola menyerang sel darah putih. Kemudian tembus ke berbagai organ tubuh dan lapisan tubuh. Biasanya dalam kurun waktu satu minggu, si sakit akan mengalami pendarahan di bagian dalam tubuh serta mengalami kerusakan berbagai fungsi pada organ seperti bagian-bagian ginjal dan hati. Pada tahap ini akan muncul gejala berupa rasa lelah di seluruh badan, suhu tubuh naik, sakit kepala. pendarahan yang hebat, selanjutnya akan disertai dengan proses menggumpalnya darah penderita yang berujung pada kematian.
8. Gondongan
Virus RNA adalah jenis virus penyebab penyakit gondong yang juga bisa menyerang pankreas, jantung, juga kelenjar parotid yang terdapat di leher. Gondongan ini berbeda dengan gondok yang disebabkan kurangnya yodium. Gondongan juga dikenal dengan nama parotitis. Gondong menyebar lewat hidung atau mulut. Sekali terserang penyakit gondong, kemungkinan tidak akan terjangkit kembali dikarenakan orang tersebut sudah mempunyai imunitas terhadap gondong.
9. Demam Berdarah
Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue (genus flavivirus) dan tersebar lewat gigitan nyamuk aides aigepty. Tanda terjangkitnya demam berdarah adalah demam tinggi, muncul bercak kemerahan di tubuh, mimisan, trombosit menurun berefek pada timbulnya pendarahan pada organ tubuh, dan dapat berakibat fatal (kematian).
10. AIDS
Virus HIV masuk melalui peredaran darah dan menyerang sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang yang berfungsi sebagai penghasil atau produksi antibodi untuk melindungi tubuh dari serangan berbagai macam penyakit. Virus HIV ini termasuk dalam virus lisogenik. Untuk meruntuhkan pertahanan tubuh dari seorang pengidap AIDS, virus ini membutuhkan waktu kurang lebih selama delapan tahun. Apabila sudah tidak ada lagi antibodinya, benteng pertahanan tubuh penderita sudah runtuh, maka si penderita AIDS akan sangat mudah terserang bermacam jenis penyakit. Penularan virus HIV/AIDS ini melalui jarum suntik yang tidak steril, transfusi darah, dan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. Ibu hamil yang terkena virus ini, dapat juga menularkan ke bayi yang ada dalam kandungannya, termasuk melalui ASI (air susu ibu). Pencegahan terhadap penyakit ini antara lain dengan tidak mengkonsumsi narkoba dan melakukan seks bebas, juga pastikan donor darah yang didapat sehat dan bebas virus.
11. Herpes Simplex
HSV atau Herpes Simplex Virus terdapat dua golongan yaitu HSV tipe 1 dan tipe 2. HSV tipe 2 menyerang membran lendir pada alat kelamin dan proses reproduksi manusia. Sedangkan untuk HSV tipe 1 menyerang area wajah (hidung, pipi, dagu, bibir, dsb). Penularan HSV tipe 2 adalah lewat hubungan seksual. Untuk HSV tipe 1 yang banyak menjangkiti anak-anak, termasuk bayi, menyebar lewat handuk, perlengkapan makan dan minum, dan ciuman.
12. Kanker
Terdapat beberapa jenis kanker yang diakibatkan oleh virus. Virus yang DNA-nya dapat diselipkan pada genom manusia, sehingga menyebabkan sel dari seseorang yang terjangkiti virus akan terus membelah dan membentuk kanker.
13. Pilek
Penyakit ini tentu tidak asing bagi semua orang. Pilek atau yang biasa disebut dengan selesma merupakan penyakit yang penyebabnya adalah virus dan menyebar lewat ludah penderita. Ciri dari penyakit ini dapat kita amati, yaitu mata yang berair, hidung berair atau keluarnya ingus dari hidung, susah bernapas, tenggorokan terasa kering. Penyakit ini tak berbahaya, hanya saja perlu hati-hati jika ada infeksi sekunder yang disebabkan karena bakteri.
14. Flu Burung
Penyebab flu burung yang dapat menjangkiti manusia adalah virus H5N1. Flu burung juga mengakibatkan ayam-ayam di banyak negara, termasuk Indonesia mati. Penularan virus ini tidak bisa dari manusia ke manusia, melainkan dari udara yang terpapar virus atau melakukan kontak langsung dengan unggas yang telah terinfeksi virus flu burung. Disarankan ketika memasak hasil dari unggas seperti daging atau telur benar-benar matang, karena virus ini dapat mati ketika berada di suhu 80oC. Tanda terkena flu burung adalah mengalami demam di atas 38oC, radang paru dan infeksi saluran pernapasan atas, otot terasa nyeri.

Orang-orang yang beresiko terjangkit flu burung adalah peternak unggas, penjual unggas. Pencegahan flu burung dapat dilakukan dengan beberapa hal, seperti: setelah melakukan kontak langsung dengan unggas, segera mandi atau mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, konsumsi makanan yang tinggi nutrisi dan cukup istirahat supaya kekebalan tubuh baik, bersihkan kotoran unggas dengan teratur setiap hari, dan memasak dengan baik produk unggas seperti daging dan telur.

Kamis, 07 Maret 2019

Keanekaragaman Hayati

A.  Pengertian Keanekaragaman Hayati 
Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) merupakan keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah.

B.  Tingkat Keanekaragaman Hayati
1.    Keanekaragaman Gen
                             Gen adalah substansi kimia sebagai faktor penentu sifat keturunan. Gen terdapat di dalam lokus kromosom.
                             Keanekaragaman Tingkat Gen merupakan variasi yang terdapat dalam satu spesies baik dalam satu populasi ataupun di antara banyak populasi atau variasi gen yang terjadi dalam suatu jenis atau spesies makhluk hidup. Contohnya: Bunga Mawar Merah (Rosa Hiproida atau Rosa sp.), Bunga Mawar putih (Rosa sericea Lindl.)dan Bunga Mawar Kuning. Contoh lainnya: Pada Manusia adalah variasi bentuk hidung, warna kulit, golongan darah dan bentuk rambut pada manusia. Pada Hewan Misalnya: Variasi Bentuk Pial Ayam yaitu Gerigi, biji, bilah dan sumpel. Variasi jenis anjing: anjing bulldog, doberman, Collie, herder, anjing kampung, dan sebagainya.
2. Keanekaragaman Jenis
    Keanekaragaman jenis adalah perbedaan yang ditemukan pada makhluk hidup antar jenis yang mudah diamati karena perbedaannya mencolok. Perbedaan tersebut meliputi perbedaan morfologi,anatomi,fisiologi,tingkah laku dan sebagainya,
   Misalnya: Keanekaragaman antara kelapa,aren, pinang yang termasuk dalam famili Palmae.
3. Keanekaragaman Ekosistem
  Keanekaragaman ekosistem menunjukkan adanya berbagai spesies yang memiliki kemampuan adaptasi yang berbeda-beda terhadap lingkungannya ,sehingga membentuk ekosistem yang berbeda.Di dalam ekosistem ,interaksi antar organisme ditentukan oleh:
a. komponen biotik    : berbagai jenis makhluk hidup
b. komponen abiotik :
- factor fisik(iklim,cahaya,suhu,air,tanah,kelembaban)
- factor kimia ( salinitas,tingkat keasaman/pH,kandungan mineral)
Beberapa contoh keaekaragaman ekosistem antara lain  :
a. Ekosistem Pantai:  didominasi oleh formasi pes-caprae dan formasi baringtonia.
b. Ekosistem Padang Rumput: didominasi oleh tumbuhan rumput
c. Ekosistem Gurun     : didominasi oleh tumbuhan kaktus
d. Ekosistem Hutan Hujan Tropis: ditumbuhi oleh berbagai macam pohon, terutama tumbuhan epifit ,dan liana (misalnya rotan)

C. Keanekaragaman Hayati di Indonesia 

Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki banyak kekayaan alam,oleh sebab itu dijuluki Mega Divercity Country. Hal ini disebabkan negara kita terletak di daerah tropic .Keanekaragaman yang tinggi di Indonesia bisa dijumpai dalam hutan hujan tropis yang di dalamnya banyak ditemukan berbagai jenis hewan dan tumbuhan.Ada juga tumbuhan yang bersifat endemic,yaitu hanya terdapat di Indonesia dan tidak dijumpai di negara lain.

1. Persebaran Fauna di Indonesia
Indonesia terletak di antara biogeografi Asia(oriental) dan daerah biogeografi Australia(Australian),sehingga fauna di Indonesia mencerminkan posisinya di antara kedua benua tersebut.Pada awalnya Indonesia terbagi menjadi dua zoogeografi yang dibatasi oleh garis Wallace.Garis ini membagi persebaran fauna di Indonesia menjadi bagian barat dan timur.Bagian barat dinamakan wilayah oriental(meliputi Sumatra,Jawa,Bali,Kalimantan).Sedangkan bagian Timur dinamakan wilayah Australian(meliputi Papua,Maluku,Sulawesi,Nusa Tenggara).Seorang ahli zoology bernama Weber melakukan penelitian di Indonesia.Menurutnya hewan-hewan di Sulawesi tidak sepenuhnya dapat digolongkan kelompok Australian karena masih memiliki sifat seperti hewan di daerah oriental.Oleh karena itu Weber membuat garis pembatas yang terdapat di sebelah timur Sulawesi memanjang ke utara Kepulauan Aru. Daerah yang ter;etak diantara garis Wallace dan Weber disebut daerah Peralihan.a.      Persebaran Fauna di daerah Oriental1)Sumatera            : gajah(Elephas maximus),orang utan(Pongo pygmaeus),tapir(Tapirus indicus),harimau (Panthera tigris).2). Jawa                 : badak bercula satu di Ujung kulon, banteng3) Bali                   : jalak putih dan macam-macam kera4) Kalimantan       : biawak(Varanus salvator), bekantan(Nasalis larvatus).b.    Persebaran Fauna di daerah AustralianHewan-hewan khas di Maluku dan Papua antara lain: burung cendrawasih(Paradisaea minor), burung kasuari (Casuarius galeatus),burung kakatua raja (Probosciger atterimus)c.    Persebaran Fauna di Daerah Peralihan1) Sulawesi               : anoa(Pendrogalus inustus),babi rusa(Babyrousa babyrousa)2) Nusa Tenggara  : komodo(Varanus komodoensis)

2. Persebaran Flora di Indonesia
Bioma diartikan sebagai macam komunitas utama yang terdapat di sebuah benua. Di bumi terdapat berbagai macam bioma, antara lain:
hutan gugur,sabana gurun,padang rumput,gurun, hutan hujan tropis. Bioma hutan hujan tropis yang memiliki keanekaragaman tinggi adalah daerah Malesiana yang meliputi Indonesia,Malaysia,Filipina,Papua Nugini, dan Kepulauan Salomon.Flora Malesiana didominasi oleh pohon-pohon yang aktif melakukan fotosintesis.Hal ini disebabkan daerahnya terletak di ekuator yang merupakan kawasan hutan hujan tropis dengan penetrasi sinar matahari sepanjang hari dan curah hujan yang tinggi.
Daerah flora terkaya di Indonesia adalah hutan hujan tropis di Kalimantan.Persebaran flora endemic di Indonesia antara lain sebagai berikut:
a. Bengkulu     : Rafflesia arnoldi
b. Kalimantan     : Meranti(Shorea sp.), rotan (calamus caesius), anggrek hitam(Coelogyne pandurata)
c. Papua     : Matoa (Pometia pinnata), bunga Irian (Mucuna bennettii)
d. Jawa     : Pohon Jati (Tecnosa grandis), mahoni (Swietenia mahogoni)

D. Manfaat Keanekaragaman Hayati
1. Manfaat produktif  : artinya nilai produk keanekaragaman hayati yang diolah secara besar-besaran dan bersifat komersial.Contoh: pabrik susu memerlukan sapi perah untuk sumber bahan baku.
2. Manfaat konsumtif : artinya nilai produk keanekaragaman hayati yang langsung dikonsumsi. Contoh: bahan pangan,bahan bangunan, bahan obat-obatan.
3. Manfaat non-konsumtif      : artinya nilai produk keanekaragaman selain produktif dan konsumsif,antara lain sebagai plasma nutfah.memberikan keindahan alam,manfaat ilmiah dan manfaat mental dan spiritual.